Detail Cantuman Kembali

XML

karakteristik gelombang dan kaitannya terhadap perubahan garis pantai di pesisir desa perancak bali


Pesisir Perancak merupakan wilayah perairan yang berhadapan dengan Samudera Hindia. Letaknya tersebut menyebabkan kondisi dinamika perairan khususnya gelombang cukup tinggi. Berdasarkan pengamatan dan informasi lokal dari masyarakat sekitar, kondisi gelombang di perairan tersebut tinggi dan memiliki kondisi garis pantai dengan perubahan cukup besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan garis pantai menggunakan citra satelit 2003 dan 2013, menganalisis tinggi dan periode gelombang selama 10 tahun dan secara musiman, menganalisis refraksi gelombang dan gelombang pecah serta menentukan potensi gelombang dalam mempengaruhi perubahan garis pantai. Metode yang digunakan terdiri atas beberapa tahapan penelitian yaitu: peramalan tinggi dan periode gelombang, refraksi gelombang, tinggi dan kedalaman gelombang pecah serta energinya menggunakan metode menurut Coastal Engineering Research Center (CERC). Tahapan selanjutnya yaitu pengolahan citra menggunakan metode Normal Diferential Water Index (NDWI) kemudian mengkaitkan gelombang dengan perubahan garis pantai. Kondisi garis pantai Pesisir Perancak mengalami abrasi di daerah Konservasi Penyu dan Sirkuit Perancak sebesar 12.640 m2 dan akresi terjadi di daerah Sunset Point sebesar 1.912,02 m2. Gelombang selama 10 tahun memiliki tinggi 1,07 m dengan periode 5,01 s sementara secara musiman gelombang tertinggi terjadi di tahun 2012. Arah gelombang berasal dari Tenggara. Gelombang pecah terjadi di kedalaman 0,89 m sampai 1,36 m dengan tinggi gelombang pecah 0,7 m sampai 1,17 m. Kaitan gelombang terhadap garis pantai mempunyai pengaruh cukup signifikan dengan pengaruh terbesar terjadi di daerah Konservasi penyu.
624.17.13 Riz k
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2017
Surabaya
viii, 76 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...